Dunia penuh dengan kemerlap bintang, sinarnya begitu
terang menerangi gelapnya dunia. Tiada hari tanpa terangnya bintang dan bulan.
Sperti koin, mereka melekat dan tidak akan pernah pergi samapai hari itu
datang. Setiap manusia mendambakanya, membicarakanya, dan selalu ingin pergi ke
arah mereka. Hanya saja, saat awan mendung mnutupi mereka, sinar itu tidak
pernah sampai ke bumi. Saat itulah mereka mulai untuk dirindukan setiap umat
manusia, merindukan sinar terang, sinar yang selalu menemani saat hari
menjelang malam.
Saat hari
mulai menjelang pagi, tergantikanlah tugas mereka oleh sang mentari. Sangat
begitu terang sinarnya hingga menjadi sebuah kehangatan yang tidak terkirakan
oleh umat yang kedinginan oleh malam. Sungguh, begitu terang sinar yang Engkau
berikan. Tiada gelap yang terjadi di bumi ini, sinar yang memebawa
kehangatanlah yang terjadi di bumi ini.
Sepeti
itulah manusia yang sesunguhnya. Sebenarnya dihati mereka tidak ada kegelapan,
hanya tertutupi oleh awan mendung, sehingga sinar di hati mereka tidak dapat
keluar menyinari dunia mereka, sehinga dunia mereka terasa gelap tertutupi oleh
awan mendung. Orang lain pun melihat mereka begitu, wajah yang terlihat hitam,
mendung, kegelapan yang orang lain lihat.
Kegelapan itupun datang dengn sendirinya, tapi bisa datnang dengan kemauan
kita, yaitu dengan kesalahan yang kita buat, pilihan yang slah kita salah,
sehingga malah kegelapan yang datang melanda hati ini. Dan yang paling fatal
adalah kita tidak pernah melihat diri kita sendiri, coba saja kalian melihat
diri kalian dalam kaca, apa yang kalian rasakan? Itulah diri kalian yang
sesungguhnya, kita saja tidak ada kemauan untuk melihat diri kita sendiri
bagaimana kita bisa mengkoreksi diri kita sendiri?! Malah hanya mengkritik dan
mengkritik orang lain.
Tapi ingatlah, setiap kemauan pasti ada jalan, sesutlit apapun itu pasti
ada jalan, dan awan mendung itu pun akan menghilang tersapu oleh hembusan
angin. Lihat saja saat mendung datang dan air hujan turun. Lama kelamaan pasti air
itu hbis dan awan mendung itu pun juga ikut menghilang sehingga kita diterangi
oleh matahari, bintang dan bulan.
Saat awan mendung itu datang, bangkitlah, berusahalh untuk menyapu awan
mendung itu. Jatuh, sakit, itu hal yang wajar, sperti halnya air yang turu dari
langit, bagaikan air mata, stelah kesakitan itu hilang dan air itu habis awan
mendung yang ada dihati pun akan mualai hilang. Sinar terang akan segera muncul
untuk menerangi dunia kita. Dunia kita aka menjadi kehidupan yang berwarna.:)
Tapi harus kalian ketahui, semua itu tidak mudah. semangat, kemauan untuk
berubah,itu harus tertanam sedalam2nya dihati. Itu modal untuk maju, berusaha,
pantang menyerah.itu kewajiban untuk bangkit dari kegelapan hati. Hal yang baru itu akan datang di dunia kita,
dan dunia yang indah akan mendampingi hidup kita.
Ingatlah, harus ada kemauan untuk bangkit.:)
Tetap semangat dan senyumlahJ
0 komentar:
Posting Komentar