Tetes demi tets air memenuhi segelas yang kosong. Hati yang
dulnya kosong seiring berjalanya waktu akan teirisi juga. Sampai akhir waktu
hati akan terisi penuh seperti air yang dikit demi sedikit memnuhi satu gelas
yang kosong. Tidak akan terasa waktu yang dlunya terfikir akan lama dilalu
ternyata adalah waktu yang sangat singkat. Seiring waktu yang berjalan, tidak
terasa hati pun sudah muali penuh. Kebahagiaan, kesedihan, masalah yang kecil
ataupun yang besar mengisi hati dan pikiran.
Air yang menetes sedikit demi sedikit pasti akan memenuhi gelas yang kosong. Sama
seperti pertama jiwa ini terlahir, seiring waktu berjalan, raga ini tumbuh,
menjadi semakin kuat, hati yang dulunya kecil menjadi besar, yaitu bertambh
kuat pula. Dengan masalah yang timbul satu persatu mengisi hati ini lama
kelamaan akan memenuhi hati ini pula.
Saat air yang mengisi gelas hamper penuh, saat itulah kita
brusaha gar air yang mengisi gelas itu jangan sampai tumpah, karrena akan
mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Semua disekitar gelas akan menjadi air.
Air yang semakin banyak akan mengakibatkan gelas menjadi tenggelam. Apakah hati
kita ini akan kita biarkn tenggelam bersama arus yang deras, arus yang telah
menenggelamkan gelas, seperti hati yang tenggelam.
Saat itulah waktu yang bisa dibilang waktu yang tepat unutk
berbagi. Saat air penuh kita tidak akan mampu menahanya lagi, berbagilah. Saat
hati kita terasa penuh dengan kebahagiaan, maka kita bagikan kebahagiaan itu
kepada orang lain, saat hati kita penuh dengan kesedihan, maka kita bergbagi
dengan bercerita kepada orang lain, menggantikan kesedihan dengan solusi dari
orang di sekitaar kita, dan kesedihan akan menjadi suatu jalan keluar untuk
mendapatkan kebahagiaan.
Saat dimana kebahagiaan itu datang pada diri kita, kita
sering lupa pada orang2 yang disekitar kita. Kita lalui kebahagiaan itu sendiri
tanpa mereka2 yang selalu hadir disaat kita membutuhkan mereka. disaat kita
menikmati kebahagiaan itu, sangat sering kita melupakan orang2 yang ada
disekitar kita, dan itu hanya akan membuat suatu jurang dan akhirnya kita akan
jatuh pada jurang yang kita buat
sendiri. Yang menjadi pertanyaanya adalah apakah mereka yang sudah kkita
lupakan akan membantu kita saat kita terjatuh dalam jurang yang kta buat sendiri
itu, karena kita juga yang melupakan mereka.
Dan saat kesedihan itu datang, terkadang kita akan menahan
masalah itu dalam hati kita, dan kita berfikir kita akan sangat mudah menemukan
suatu jalan keluar dari masalah yang kita hadapi saat itu. Itu menjadi pikiran
yang sangat bagus, tapi kita tidak tahu waktu yang akan datang. Bisa saja
masalah yang satu belum menemukan jalan keluar akan datang masalah lagi, bahkan
masalah yang lebih besar dari yang sebelumnya. Dan akhirnya masalah yang
sepele2 itu menumpuk menjadi suatu masalah yang begitu besar, dan itu tanmpa
kita sadari telah terjadi pada diri kita. Yang menjadi kesedihan yang sangat
sangat mengiris hati. Sebenarnya kita mampu mengukur kemampuan kita sendiri,
sampai manakah akesabarak kita, sampai manakah kita bisa menyelesaikan suatu
masalah, bukan hanay ditumpuk2 dan menjadi masalah yang besar. Saat kita
mencapai titi k penuh pada suatu masalah yang kita hadapi dan kita belum
menyelesaikanya, saat itulah kita mulai berbagi, berbagi untuk bicara pada orang2
yang ada disekitar kita. Mereka akan selalu mengerti tentang keadaan kita saat
itu. Jangan biarkan kesedihan membutakan hati kita, dengan jalan keluar yang
pada akhirnya membawa kita pada jurang yang sangat dalam.
Saat kebahagiaan itu datang, ajaaklah mereka utnutk
merasakan kebahagiaan itu juga, saat kesedihan itu datn melanda kita, cobalah
untuk angkat bicara, karena disitu kita akan menemukan suatu jalan keluar dari
kesedihan yang melanda kita. Hargailah mereka, bayarlah dengan kebahagiaan yang
kita dapat, kita rasakan kebahagiann itu bersma2, karena mereka juga merasakan
kesedihan yang kita rasakan saat itu.
Dengan begitu air yang dikit demi sedikit mengisi suatu gelas
yang kosong itu tidak akan tumpah dan tidak akan meneggelamkan gelas itu
sendiri. Seperti hati kita, jangan biarkan suatu kebahagiaan ataupun kesedihan
membutakan hati kita sehingga hati kita ikut tenggelam dalam kebahagiaab dan
kesedihan itu. Sehingga hidup ini akan terasa mudah jika kita lalui bersama2.
Hargailah mereka jika kita ingin dihargai juga. Jangan lupakan jasa2 mereka,
walaupun hanya sebutir debu yang mereka berikan pda kita, tapi itu berguna bagi
kita, gunakanlah sebaik mungkin, karena itu akan berguna juga pada orang yang
kita beri butiran debu itu.
Nah, cukup itu dulu dari kami, semoga bermanfaat bagi anda
yang membacanya.
Terimakasih.
Tetap
semangat dan senyumlahJ
0 komentar:
Posting Komentar