“DARI-MU”

Seiring berjalanya waktu, kaki ini terus berjalan melintasi bumi ini.

Matahari datang dari arah timur dan pulang ke arah barat.

Membuka mata dari alam mimpi, melihat sang mentari menyambut pagi hari.

Membawa senyuman kepada dunia ini.

Tanda terimakasih kepada Yang Maha Kuasa karena nikamtNYA telah turun ke dunia ini.

Sekian lama menanti rizki yang tidak terikan dariMU.

Kasih yang selama ini teranam dalam jiwa, menunggu panggilan dariMU.


Udara pagi bertemankan burung2 yang bernyanyi menyambut pagi.

Kaki ini mulai melangkah bangun dari kematian sesaat.

Melangkah memulai hal baru, bersama kehangatan mentari.

Bersama membawa keceriaan untuk setiap kehidupan di alam ini.

Senyuman yang terlahir dari dalam jiwa, mulai tersebar di kehidupan ini.

Mnaburkan senyuman menghapus kesedihan.


Matahari berjalan mengitari bumi, saat berdiam diri tepat di titik tengah2.

Kehangatan yang terasa di pagi hari menjadi panas membakar.

Semua berteriak, semua angkat bicara, seakan2 menyalahkanNYA.

Tidak disangka, lidah yang berbicara itu tidak seperti yang dikatan di hati.

Lidah tidak bertulang, sesuka hati dia berkata, tidak ada satupun yang bisa mencelakainya.

Kecuali DIA, Yang Maha Kuasa,


Kakai ini mulai melangkah kembali, mata ini mulai menkmati apa yang telah diberikanNYA.

Saat paru-paru ini mengjisap udara segar yang berhembus dengan angina kencang.

Kembali bersama menikmati dari apa yang diciptakanNYA.

Lidah pun kaku tidak sanggup berkata apa2,hanya diam dan hati yang mulai berkata.


Mata ini pun sejenak terpejam, mencoba untuk mndengarkan suara alam.

Saat hati berkata, alam pun mulai berhubungan dengan hati, saling memujaNYA.

Dan hati pun ikut bangun ikut bernyanyi bersama dengan alam.

Mengikuti suara alam yang begitu merdu, begitu lembut untuk disentuh.

Tubuh ini melayang, terbang bersama awan putih, ditemani hembusan angin.


Waktu pun telah tiba untuk membuka mata.

Rasa terimakasih untuk semua pemberian ini tidak sanggup terucap dari lidah.

Raga ini mulai melepas semua kepahitan di hati.

Melangkah berpaling dari singgah sana kembali menata pikiran dan menghilangkan rasa lelah.


Matahari akhirnya berakhir sampai ke arah barat.

Sinarnya pun menghilang dan berganti bulan dan bintang.

Ketenangan yang muncul dari jiwa, berteman dengan suara angin malam.

Berhembus membawa nyanyian alam dimalm hari.


Tiada malam tanpa siang, saat bulan dan bintang menyapa dan menemani terpejamnya mata ini.

Jiwa ini melangkah berpindah dunia, menantin datangnya kehangatan sang mentari pagi.



                                                                                                                           


                                                                                             Tetap semangat dan senyumlahJ

Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar